Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

MUN Gelar Munas Perdana, Dukung Program DANANTARA untuk Ketahanan Nasional

170
×

MUN Gelar Munas Perdana, Dukung Program DANANTARA untuk Ketahanan Nasional

Share this article
Example 468x60

Majelis Ulama Nusantara (MUN) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertamanya di Jakarta pada 28 Februari 2025. Dalam pertemuan ini, MUN menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Garis Besar Program Kerja, serta susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MUN. KH. Ibnu Mulkan terpilih sebagai Ketua Umum, Kyai Alwiyan Qosid Syam’un sebagai Sekretaris Jenderal, dan Gus Rofi’i sebagai Bendahara Umum.

Dalam Munas ini, MUN menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah, DANANTARA (Daya Anagata Nusantara). Program yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto ini bertujuan mengkonsolidasikan aset-aset pemerintah agar lebih terintegrasi dan efisien dalam kebijakan investasi nasional.

Example 300x600

MUN berharap DANANTARA tidak hanya sebatas mengelola aset negara tetapi juga berperan dalam nasionalisasi perekonomian di bidang pangan dan energi. Hal ini dianggap sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 dan Pasal 51 UU No. 5 Tahun 1999, yang mengamanatkan bahwa cabang-cabang produksi penting bagi hajat hidup rakyat harus dikelola oleh negara.

“Jika industri strategis dan energi dikuasai swasta dari hulu ke hilir, sulit bagi negara untuk menjaga ketahanan nasional. Ekonomi yang seharusnya berbasis kerakyatan justru diarahkan ke ekonomi liberal,” ujar Kyai Alwiyan Qosid Syam’un.

Menurutnya, memperkuat ideologi Pancasila, membangun pemahaman keagamaan yang moderat, serta mengamankan ketahanan pangan dan energi merupakan kunci ketahanan nasional selain modernisasi alutsista militer.

Selain mendukung DANANTARA, MUN juga memberikan rekomendasi agar pemerintah terus melanjutkan Proyek Strategis Nasional (PSN). Program ini dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

MUN juga menyoroti pentingnya penyetaraan perlakuan terhadap Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) agar mendapatkan perlakuan yang sama dengan pendidikan dasar lainnya, baik dalam regulasi maupun anggaran.

“Selama ini, pendidikan diniyah masih diperlakukan secara diskriminatif. Padahal, lembaga ini memiliki peran besar dalam membangun moral dan karakter bangsa,” tambah Kyai Alwiyan.

Dengan berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam Munas perdananya, MUN berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply