Mahasiswa Cilegon ikuti perlombaan riset, Kegiatan ini merupakan kegiatan Business Plan Competition (BPC)
BIOPLASMA (Biology Open House Olympiad and Saturday’s Market) 2024, yang diadakan oleh UNIVERSITAS BRAWIJAYA Tingkat Nasional. Setiap peserta mengirimkan Proposal yang berisi ide tentang business yang akan dijalankan melalui inovasi penelitian di universitas nya masing masing Dan telah dilakukan babak penyisihan terdapat 6 team dari berbagai universitas seluruh Indonesia yang lolos ke babak penyisihan dan akan menuju FINAL AWARDING dan Presentasi dihadapan juri adalah team dari STTF (Sekolah Tinggi Teknik Fatahillah) Kota Cilegon, jurusan Teknik Kimia. Lomba ini diadakan Universitas Brawijaya.
Lomba ini diikuti oleh salah satu team dari STTF (Sekolah Tinggi Teknik Fatahillah) Kota Cilegon. Dimana pesertanya adalah
1. Muhamad Arkanurrohman
2. Muhamad Alfarizi
3. Muhamad Alfa Rival
4. Fauzan Syukrillah
Selama proses penyusunan proposal, project ini dibimbing oleh dosen Ka.Prodi Teknik Kimia STTF Kota Cilegon yaitu Bpk. Suhirman, S.T., M.Eng.
Adapun Periode perlombaan ini dimulai dari tanggal 4 Agustus 2024 yaitu open registration untuk mendaftarkan team nya terlebih dahulu untuk mengikuti lomba ini, Kemudian tanggal 7 September 2024 deadline pengumpulan full proposal Business Plan Competition (BPC)
Tanggal 19 september 2024 pengumuman semifinalis Business Plan Competition (BPC). Team dari STTF (Sekolah Tinggi Teknik Fatahillah) Kota Cilegon. Dinyatakan Lolos pada tahap ini dan melanjutkan untuk membuat Video Strategi Pemasaran pada tanggal 27 September pengumpulan link. Video strategi pemasaran pada tanggal 7 Oktober 2024 pengumuman Finalis Business Plan Competition (BPC) dan jika lolos maka tanggal 27 Oktober 2024 akan dilakukan Final Awarding di Kota Malang untuk melakukan presentasi Proposal dengan dewan juri
Peserta dari STTF Kota Cilegon Muhamad Alfarizi atau biasa di sapa Fariz mengatakan bahwa pihaknha membuat Pengawet makanan berbasis limbah cangkang kerang mata lembu, Dimana ini merupakan salah satu inovasi dan solusi terhadap maraknya penggunaan boraks pada makanan di Indonesia. Salah satu makanan yang sering menggunakan pengawet boraks adalah bakso dan jajanan basah. Pada saat ini masih banyak penjual makanan tersebut yang menggunakan pengawet yang berbahaya agar tahan lama seperti di Batang 25% sampel yang diambil mengandung pengawet berbahaya yaitu formalin (BPOM, 2023).
Sumber bahan baku yang digunakan adalah berasal dari limbah cangkang kerang mata lembu yang sangat melimpah di Pantai Sawarna, Lebak Banten. Atau Pantai Peni Kota Cilegon Tujuan pengawet makanan berbasis limbah kerang mata lembu yaitu sebagai pengganti pengawet makanan berbahaya (borak dan formalin) dan memanfaatkan limbah agar menyelesaikan masalah lingkungan serta menciptakan produk unggulan daerah.
“Penerima manfaat dari proyek ini adalah nelayan yang selama ini tidak memanfaatkan limbah matalembu hanya dengan cara dibuang bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Pengusaha dodol, bakso, mie dan makanan basah lain memiliki alternatif baru pengawet yang aman dan mudah didapatkan” ungkapnya.
Lanjutnya. Bagi pengusaha warung klontong mendapatkan produk tambahan yang bisa di jual. Warga Desa Mekarjaya bisa menghasilkan bekerja untuk memproduksi proyek ini. Bagi Indonesia bisa terbebas dari pengawet makanan berbahaya. Membantu mengurangi pengangguran di Indonesia khususnya Banten.
Produk pengawet makanan berbasis limbah cangkang kerang mata lembu dijual dengan harga Rp. 25.000 / Kg. harga tersebut tentunya sangat ekonomis dan dapat dijangkau oleh pengusaha kuliner di Indonesia. Bisnis ini memiliki nilai Break Event Point (BEP) unit yaitu sebesar115,2 Kg sedangkan BEP rupiah sebesar Rp. Rp. 2.881.412,8. Kemampuan produksi dalam 1 bulan mencapai 150 Kg pengawet dengan mendapatkan laba bersih Rp. Rp. 382.220 perbulannya, sehingga memiliki persentase ROI (Return of Investment) sebesar 29,28%. Dapat disimpulkan untuk bisnis ini layak untuk dikembangkan dan direalisasikan.
Rafiz berharap pertama project ini bisa membantu memberikan Solusi kepada Masyarakat khusunya di provinsi banten, yang berprofesi sebagai nelayan, dan bisa membantu mendongkrak ekonomi Masyarakat dengan memberikan lapangan pekerjaan kepada ibu ibu Masyarakat provinsi banten khususnya karena sasaran pekerja pada project ini adalah ibu ibu rumah tangga agar mendapatkan penghasilan tambahan dari project yang kami buat. Selanjutnya kepada para penjual makanan yang masih menggunakan boraks sebagai pengawet makanan agar memilih produk ini mengingat bahaya boraks yang sudah merajalela di Masyarakat, maka dari itu kami berikan Solusi produk kami agar pihak penjual dan pembeli dapat sama sama menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan
Serta Harapan selanjutnya yaitu kepada seluruh stakeholder dan para pemangku kepentingan, agar dapat bekerjasama untuk mensosialisasikan produk karya anak bangsa yang mampu memberikan Solusi pengganti boraks pada makanan. Dan tentunya pada dinas dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, dan dinas dinas terkait untuk Bersama sama menjalankan project ini agar berjalan dengan lancar. DPRD Kota Cilegon, dan Walikota Cilegon untuk Bersama sama membantu serta mensupport project ini. Dan semoga team riset dari STTF (Sekolah Tinggi Teknik Fatahillah) Kota Cilegon ini dapat lolos dan mewakili perguruan tinggi di Kota Cilegon untuk bisa perfrom di kancah Nasional


















